Sabtu, 19 Maret 2016

HOME part 3

                                 
                                 ~Home~
                                   part 3

*Harry pov* 
" Menikah?! Ayolah Dad, kau baru saja bercerai dengan mom. Dan sekarang kau mau menikah lagi?" Ucapku pada Dad

" ini demi kebaikan kita Harry" ucap Dad

" Kebaikan kita?! Kebaikan apa dad?! Kau lakukan itu semua hanya untuk memenuhi nafsumu saja kan?!" Emosiku mulai meluap.

" Jaga mulutmu Har! Kau fikir enak menjadi duda?hidup berdua dengan anak tanpa memiliki seorang istri?! Kau belum merasakannya Har! Kau juga ingin kan memiliki seorang ibu sama seperti anak-anak lain?" Dad mulai marah kepadaku.

"Aku memang ingin memiliki seorang ibu, tapi ibu kandung Dad! Bukan ibu tiri!" Akupun membalas Dad.

"Kau bahkan masih memikirkan ibu kandungmu? Astaga Harry, kau tahu? Mungkin ibumu sekarang sudah memiliki anak lagi, dari suami yang lain. Sebentar lagi ia juga akan menguras habis seluruh hartanya." Ucap Dad dengan tawa palsunya.

"M..maksudmu Dad? Apakah mom juga sudah menikah lagi?" Tanyaku bingung

"Kau tau apa alasanku menceraikan ibumu?" Ucap Dad yang berbalik bertanya 

Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saja.

" Jadi kau tak tahu kelakuan busuk ibumu?" Tanya Dad lagi seakan akan meng-interogasiku.

Lagi-lagi aku hanya bisa menggelengkan kepala ku saja

"Perempuan brengsek itu, ingin menikah denganku karna ingin menguasai harta kekayaanku saja. Setelah aku tak sekaya dulu lagi, ia berselingkuh dengan orang yang jauh lebih kaya dariku. Oleh karena itu, sebelum terlambat lebih aku aku menceraikannya." Jelas Dad yang membuatku diam tak menyangka.

" Jadi... mom...aku kira?..." ucapku terbata-bata karena masih tidak menyangka Mom melakukan hal seperti itu. Setauku Mom adalah orang yang baik dan penyayang, ia tak akan tega melakukan hal seperti itu.

"Ayolah Har, terimalah pernikahan Dad. Aku jamin, Ibu tirimu ini akan jauh lebih baik dari ibu kandungmu sendiri" ucap Dad menepuk bahuku.

Aku hanya terdiam. Kecewa, marah, sedih, menyesal adalah apa yang kurasakan sekarang. Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang.

"Ohiya, ia juga mempunyai seorang putri, ia lebih muda satu tahun denganmu" ucap Dad lagi.

Aku tak peduli. Aku masih juga terdiam dan berusaha menerima kenyataan bahwa Mom, orang yang paling kusayang dan kucintai lebih dari apapun dengan teganya melakukan hal seperti yang telah dijelaskan oleh Dad tadi. 

*Harry pov end* 

***********

' KRIIINGG!!!' 

"Astaga, jam sialann!!berhentilah berderiing!!" Ucpaku malas sambil berusaha mengambil jam weaker sialan itu. 

Saat kulihat, ternyata sudah mrnunjukkan pukul 8 pagi.

"Holly Shitt!! Sudah jam 8!! Oh my god!" Ucapku yang buru-buru mandi dan bersiap-siap. 

Aku lupa, hari ini aku ada kelas jam 9. Memang masih satu jam lagi, tapi jarak dari rumahku ke kampus itu lumayan jauh, jadi aku harus bergegas pergi kesana agar tidak terlambat.

Akupun berlari keluar rumah mencari sebuah taksi yang lewat. Tapi sialnya, tak ada satupun yang kosong. Akupun terpaksa menaiki bus umum yang tak sengaja lewat didepanku. 

*dikampus* 

Setelah sampai dikampus, aku kembali melihat kearah jam tangan yang kupakai. Sudah nenunjukkan pukul 08.45. Akupun mempercepat langkahku. 
Saat aku berlari menuju kelas, tiba-tiba seseorang menabrakku dari arah kiri. Akupun terjatuh sangat kencang. Aku merasa kepalaku membentur sesuatu sebelum semuanya gelap dan hitam.

"Fckk!! What the-" ucapan seseorang itu terpotong begitu melihatku terjatuh pingsan. 

" N..Nerissa?! Astaga!! Hey?bangunlah! Ayok bangun!" Lanjut seseorang yang menabrakku tadi.

Aku hanya bisa membuka sedikit mataku, setelah itu aku pingsan kembali.

Aku merasa, seseorang sedang menggendongku. Siapa ya? 

********** 

Hayoo siapa?😁 maaf pendek, lg males. Dan maaf kalo banyak typo. See ya👋


Tidak ada komentar:

Posting Komentar