Selasa, 15 Maret 2016

HOME part 2





~HOME~ 
part 2

Saat aku hendak duduk, tiba-tiba kursi yang akan ku duduki digeser oleh Harry. Akupun terjatuh dan ditertawakan oleh semua anggota geng One Direction. Malu. Itu yang kurasakan sekarang. 

"Oh my god!! Ahahahahahah!!look at your froggy face๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Poor Nerissa!" Ucap harry tertawa terbahak bahak. 

"You happy now monkey?"ucapku ketus.

"I'm so so so sooo happy๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚" ucap Harry yang masih tertawa 

"Kauu!!! Aarrghh!!! Persetan denganmu dan semua orang yang menertawaiku" Seketika Harry dan teman-temannya berhenti menertawaiku. 

"Ooh ayolah frog, jangan dianggap serius. Kita kan hanya bercanda. Seperti biasa lah." Ucap Harry yang dengan santainya tanpa memperdulikan perasaanku.

"What the fuck har?! Aku sudah tidak tahan denganmu! Kau tak pernah mamikirkan sedikitpun perasaanku ketika kau kerjai huh?! kau juga tidak pernah memikirkan apa akibat yang akan kau lakukan?! Tumbuhlah dewasa Har! Selama ini aku sudah banyak mengalah kepadamu! Tapi kau tak pernah menghargai itu. Walau hanya sedikit! Aku muak denganmu Har! Aku takkan pernah memaafkanmu lagi!" Emosiku melunjak. Tanpa sadar air mata ku menetes saat aku meluapkan semua kekesalan dihatiku terhadap Harry. 

Aku segera meninggalkan mereka semua yg masih diam seribu bahasa seperti patung. Mungkin mereka takkan pernah menyangka jika aku akan marah-marah tadi. Memang aku sering di perlakukan seperti itu. Awalnya aku masih bisa menerima perlakuan mereka terhadapku. Tapi mereka tak pernah menghargai itu. Dan hari ini, aku tumpahkan semua "unek-unek" yang ada di dalam hatiku kepada Harry dan teman-teman gengnya.

******

"Oh god! What you've done Harry?!" Ucap Niall tiba tiba.

"I don't even know dia akan marah seperti itu. Biasanya ia tak marah jika aku kerjai. Paling ia hanya kesal dan keesokannya ia akan kembali seperti biasa" Ucap Harry

"Tapi dia perempuan Har. Dan kau tak bisa terus-terusan menganggap bahwa ia hanya kesal. Mungkin awalnya ia kesal, tapi lama kelamaan ia akan marah besar seperti tadi. Dan mungkin ia takkan mau melihatmu lagi. Atau ia bisa saja pindah kuliah. Atau lebih parah lagi, ia akan bunih diri!"   jelas Niall.

"Astaga niall, aku kan hanya bercanda. Hh, sudahlah. Biarkan ia seperti itu. Nanti jika ia sudah tenang aku akan meminta maaf kepadanya. Tapi jika aku tak lupa๐Ÿ˜€" ucap Harry santai

"Sudahlah Har, aku tak paham pola pikirmu. Permisi." Ucap Niall, lalu ia meninggalkan Harry, Liam, Louis, dan Zayn dikantin.
******

"Astaga ner, kau tak boleh menangis! Buat apa mau menangisi Harry?! Hiks.. kau harus kuat! " aku tak tahan dengan semua ini. Perasaan yang sudah lama kupendam, sudah kukeluarkan semuanya. Satu-satunya yang bisa kuperbuat sekarang adalah menangis.

"Nerissa!" Seseorang memanggilku. Akupun dengan cepat menghapus air mataku. Dan menyembunyikan kesedihanku. 

"Hai Ner." Sapa orang itu.

"N..n..niall? Sedang apa kau disini? Kau masih belum puas?" Ucapku ketus.

" tidak, aku kesini untuk minta maaf kepadamu, karna tadi aku juga ikut menertawaimu. Kau mau kan memaafkan ku dan juga teman-temanku?" Ucap Niall.

"Maaf niall, aku tahu niatmu tulus meminta maaf kepadaku. Tapi untuk saat ini aku belum bisa memaafkan mu danjuga teman-temanmu. Terutama si monyet jelek itu." Ucapku 

"Aku tau kau pasti masih marah besar kepada Harry. Tapi kau harus tau, ia seperti itu karna ia merasa kesepian. Kau juga harus tau, ia itu sedang brokenhome. Dan salah satu cara untuk menghibur dirinya ya, mengerjaimu." Jelas Niall.

"H..har.. Harry brokenhome? Aku kira anak seperti dia justru adalah anak yang manja. Karena mendapat perhatian lebih dari orangtua nya. Oleh karna itu, dia menjadi orang yang egois" ucapku

"Iya, jadi MomDad-nya baru saja bercerai. Dan ia masih belum bisa menerima semua itu. Akibatnya ia stres dan tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Aku harap kau bisa memaklumi Harry dan berusaha untuk memaafkannya." Ucap Niall menjelaskan keadaan Harry.

"Ooh, jadi seperti itu? Baiklah aku berusaha untuk memaafkannya. Tapi aku tidak bisa janji" ucapku 

"Oke tak apa. Aku tau kau adalah orang yang baik. ๐Ÿ˜Š" Niall memberikan senyum manisnya kepadaku. Astaga, ternyata ia tampan juga. 

********

"Haahhh.. akhirnya aku pulang. Aku merindukan gulingku." Ucapku yang baru pulang kuliah dan merebahkan tubuhku ke kasur.

*toktoktok*

"Masuk" ucapku

"Hai Ner. Bagaimana kuliahmu? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Ternyata momku.

"Hai Mom. Baik baik saja. Ya, berjalan dengan sangat lancar . Ucapku berbohong. Aku tak ingin mom tau kejadian tadi. 

"Mmm.. mom ingin bicara sesuatu kepadamu" ucap momku

"Ada apa mom? Bicara saja" ucapku

" tapi kamu harus bisa menerimanya dengan lapng dada ya" ucap mom lagi.

'Deg' ada apa ini? Mengapa mom tiba tiba bicara seperti itu? 

"Oo.. keey." Ucapku agak ragu.

"Pertama, mom ingin kamu tahu bahwa perusahaan mom saat ini sedang dalam masalah. Dan mom dituntut oleh clien mom sebesar 50 triliun. Kamu tau sendiri keuntungan yang mom dapat tidak mencapai triliun . Mungkin tabungan mom bisa bantu. Tapi untuk masa depan mu dan untuk karir mom, kita mau bayar pakai apa? Jadi terpaksa mom meminta bantuan Paman Paul." Ucap mom panjang lebar.

"Astaga, 50 triliun mom? Bagaimana itu bisa terjadi. Lalu Paman Paul itu siapa?" Tanyaku.

"Pegawai perusahaan mom, ia berkhianat. Paman Paul adalah rekan kerja mom sesama pengusaha sekaligus.. pacar mom" ucap mom ragu ragu.

"P..p..pacar?" Tanyaku

"Iya Nerissa, maafkan mom baru memberi tahumu. Mom takut kamu tidak setuju dan menolaknya." ucap mom lagi.

"Mom, apapun itu kalau mom bahagia Nerissa juga bahagia. Okey?" Ucapku. 

"Benarkah? Syukurlah terimakasih anakku." Ucap mom lalu memelukku 

" i love you Mom" 

"I love you too dear" 

"Lalu apa rencana mom selanjutnya?" Tanya ku 

"Rencana mom, mom akan menikah dengan Paman Paul. Dan rumah ini, akan mom jual." Jawab mom

"Hah? Tak bisakah Paman Paul yang pindah kesini?aku tak mau meninggalkan rumah ini mom" ucapku menahan tangis. 

"Tidak bisa sayang, ini demi kebaikan kita" ucap mom 

"Baiklah" aku tak bisa tinggalkan rumah ini. Rumah yang penuh dengan kenanganku bersama mom and dad. Ya tuhan tolong aku. Aku harus bagaimana?

"Mom akan menikah 2 minggu lagi." Ucap mom lagi

" 2 minggu?! Cepat sekali mom?" Tanyaku kaget

"Iya sengaja mom percepat agar masalahnya cepat selesai sayang" jawab mom

"Ooh. Baiklah, terserah mom saja." ucapku lagi.

******

Hai lagi guys! Hope you enjoy my imejin dan menerima imejin abal2ku apa adanya๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€



Tidak ada komentar:

Posting Komentar