Jumat, 25 Maret 2016

HOME part 4






~Home~
part 4

*Nerissa pov* 

"Mom.. mom.." igauku.

"Nerissa? Kau sudah sadar? Syukurlah" ucap seseorang memegang tanganku.

"N..niall? Sedang apa kau disini? Dan mengapa aku juga disini?"
Tanyaku pada niall dan berusaha bangkit dari tidurku.
Namun, kepalaku teramat sakit.

"Aww.." ringisku.

"Hey , kau tak apa? Kepala mu masih sakit jangan dibuat gerak dulu" ucap Niall yg krmbali menidurkanku.

"Apa yang terjadi Niall? Mengapa kita bisa berada disini?" Tanyaku

"A..aku tadi tak sengaja menabrakmu di koridor kampus tadi. Mungkin kau terjatuh sangat kencang, jadi kau pingsan. Karena aku khawatir, akupun membawamu ke rumah sakit. Maafkan aku Nerissa" Jawab Niall

"Ooh begitu, iya tidak apa apa Niall. Aku maafkan. Tapi by the way, kenapa kepalaku sangat sakit?" Tanyaku lagi.

" Saat kau jatuh tadi, kepalamu membentur sesuatu. Tapi kata dokter, kau hanya mengalami luka ringan. Dan kau bisa pulang dalam 2 atau 3 hari." Jawab Niall lagi

"Ooh.. astaga! Kelasku bagaimana?" Ucapku panik, karna aku baru ingat seharusnya aku masuk kelas jam 9 tadi.

" Tenang saja Ner, aku sudah meminta izin kepada Dosen Pengawas. Dan aku juga sudah menelfon mom-mu tadi. Ia bilang, ia akan kesini besok" jelas Niall

"Syukurlah, terima kasih Niall" ucapku tersenyum.

"Aku yang harusnya berterima kasih kepadamu Nerissa" ucap Niall

"Untuk apa?" Tanyaku

"Karna kau telah memaafkanku" jawab Niall.

"Itu kan sudah kewajiban Niall๐Ÿ˜Š" ucapku tersenyum

"Ahaha, iya" ucap Niall lagi

Saat aku sedang berbincang bincang dengan Niall, tiba-tiba suster datang membawakanku makan siang dan obat-obatan yang harus kuminum.

"Permisk nona, ah kau sudah sadar? Syukurlah. Ini.. aku membawakanku makan siang dan obat yang harus kau minum" ucap suster itu sambil meletakkan makan siangku diatas meja. 

"Iya terimakasih sus" ucapku tersenyum

"Baiklah, saya permisi dulu. Cepat sembuh nona." Ucap suster tersebut dan meninggalkan ruanganku

********
"Ayo Nerissa, buka mulutmu" ucap Niall memaksaku untuk makan siang 

"Aku tidak nafsu makan Niall" ucapku menolaknya

"Kau dengar kata suster tadi? Kau harus minum obat. Dan kau harus makan sebelum meminumnya. Ayolah agar kau cepat sembuh" ucap Niall lagi

"Baiklah, tapi hanya beberapa suap ya?" Ucapku menyerah 

" iya iya" ucap Niall lagi.

Kehangatan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya. Niall begitu baik kepadaku. Ia juga sangat lucu dan beberapa kali berhasil membuatku tertawa. Nyaman sekali berada bersama Niall.

*******
-skip-
21.00 p.m.

"N..niall" ucapku yang terbangun dari tidurku dan melihat Niall yg tertidur pulas sambil memegang tanganku.

Shit. Ia tampan sekali.

"Hmmm... Nerissa? Kau sudang bangun? Ada apa?" Tanya Niall 

"Disini dingin sekali Niall" ucapku 

"Oh, baiklah. Sebentar ya" ucap Niall dan bangkit menuju tempat remite penghangat ruanganku berada.

" bagaimana? Sudah hangat?"  Ucap niall setelah menaikkan suhu penghangat ruanganku.

Aku menggelengkan kepalaku. Memang masih terasa sangat dingin bagiku.

Niall pun berjalan kearah ku. 

"Ini.. kau pegang ini" ucap Niall yang tiba-tiba menyuruhku memegang botol infusku.

"Kau mau apa Niall?" Tanyaku kepada Niall.

Tiba- tiba saja Niall..

*****

Hayo ngapain?๐Ÿ˜‚
Sorry pendek. Aku gi malezz. 
See ya!



Sabtu, 19 Maret 2016

HOME part 3

                                 
                                 ~Home~
                                   part 3

*Harry pov* 
" Menikah?! Ayolah Dad, kau baru saja bercerai dengan mom. Dan sekarang kau mau menikah lagi?" Ucapku pada Dad

" ini demi kebaikan kita Harry" ucap Dad

" Kebaikan kita?! Kebaikan apa dad?! Kau lakukan itu semua hanya untuk memenuhi nafsumu saja kan?!" Emosiku mulai meluap.

" Jaga mulutmu Har! Kau fikir enak menjadi duda?hidup berdua dengan anak tanpa memiliki seorang istri?! Kau belum merasakannya Har! Kau juga ingin kan memiliki seorang ibu sama seperti anak-anak lain?" Dad mulai marah kepadaku.

"Aku memang ingin memiliki seorang ibu, tapi ibu kandung Dad! Bukan ibu tiri!" Akupun membalas Dad.

"Kau bahkan masih memikirkan ibu kandungmu? Astaga Harry, kau tahu? Mungkin ibumu sekarang sudah memiliki anak lagi, dari suami yang lain. Sebentar lagi ia juga akan menguras habis seluruh hartanya." Ucap Dad dengan tawa palsunya.

"M..maksudmu Dad? Apakah mom juga sudah menikah lagi?" Tanyaku bingung

"Kau tau apa alasanku menceraikan ibumu?" Ucap Dad yang berbalik bertanya 

Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saja.

" Jadi kau tak tahu kelakuan busuk ibumu?" Tanya Dad lagi seakan akan meng-interogasiku.

Lagi-lagi aku hanya bisa menggelengkan kepala ku saja

"Perempuan brengsek itu, ingin menikah denganku karna ingin menguasai harta kekayaanku saja. Setelah aku tak sekaya dulu lagi, ia berselingkuh dengan orang yang jauh lebih kaya dariku. Oleh karena itu, sebelum terlambat lebih aku aku menceraikannya." Jelas Dad yang membuatku diam tak menyangka.

" Jadi... mom...aku kira?..." ucapku terbata-bata karena masih tidak menyangka Mom melakukan hal seperti itu. Setauku Mom adalah orang yang baik dan penyayang, ia tak akan tega melakukan hal seperti itu.

"Ayolah Har, terimalah pernikahan Dad. Aku jamin, Ibu tirimu ini akan jauh lebih baik dari ibu kandungmu sendiri" ucap Dad menepuk bahuku.

Aku hanya terdiam. Kecewa, marah, sedih, menyesal adalah apa yang kurasakan sekarang. Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang.

"Ohiya, ia juga mempunyai seorang putri, ia lebih muda satu tahun denganmu" ucap Dad lagi.

Aku tak peduli. Aku masih juga terdiam dan berusaha menerima kenyataan bahwa Mom, orang yang paling kusayang dan kucintai lebih dari apapun dengan teganya melakukan hal seperti yang telah dijelaskan oleh Dad tadi. 

*Harry pov end* 

***********

' KRIIINGG!!!' 

"Astaga, jam sialann!!berhentilah berderiing!!" Ucpaku malas sambil berusaha mengambil jam weaker sialan itu. 

Saat kulihat, ternyata sudah mrnunjukkan pukul 8 pagi.

"Holly Shitt!! Sudah jam 8!! Oh my god!" Ucapku yang buru-buru mandi dan bersiap-siap. 

Aku lupa, hari ini aku ada kelas jam 9. Memang masih satu jam lagi, tapi jarak dari rumahku ke kampus itu lumayan jauh, jadi aku harus bergegas pergi kesana agar tidak terlambat.

Akupun berlari keluar rumah mencari sebuah taksi yang lewat. Tapi sialnya, tak ada satupun yang kosong. Akupun terpaksa menaiki bus umum yang tak sengaja lewat didepanku. 

*dikampus* 

Setelah sampai dikampus, aku kembali melihat kearah jam tangan yang kupakai. Sudah nenunjukkan pukul 08.45. Akupun mempercepat langkahku. 
Saat aku berlari menuju kelas, tiba-tiba seseorang menabrakku dari arah kiri. Akupun terjatuh sangat kencang. Aku merasa kepalaku membentur sesuatu sebelum semuanya gelap dan hitam.

"Fckk!! What the-" ucapan seseorang itu terpotong begitu melihatku terjatuh pingsan. 

" N..Nerissa?! Astaga!! Hey?bangunlah! Ayok bangun!" Lanjut seseorang yang menabrakku tadi.

Aku hanya bisa membuka sedikit mataku, setelah itu aku pingsan kembali.

Aku merasa, seseorang sedang menggendongku. Siapa ya? 

********** 

Hayoo siapa?๐Ÿ˜ maaf pendek, lg males. Dan maaf kalo banyak typo. See ya๐Ÿ‘‹


Selasa, 15 Maret 2016

HOME part 2





~HOME~ 
part 2

Saat aku hendak duduk, tiba-tiba kursi yang akan ku duduki digeser oleh Harry. Akupun terjatuh dan ditertawakan oleh semua anggota geng One Direction. Malu. Itu yang kurasakan sekarang. 

"Oh my god!! Ahahahahahah!!look at your froggy face๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Poor Nerissa!" Ucap harry tertawa terbahak bahak. 

"You happy now monkey?"ucapku ketus.

"I'm so so so sooo happy๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚" ucap Harry yang masih tertawa 

"Kauu!!! Aarrghh!!! Persetan denganmu dan semua orang yang menertawaiku" Seketika Harry dan teman-temannya berhenti menertawaiku. 

"Ooh ayolah frog, jangan dianggap serius. Kita kan hanya bercanda. Seperti biasa lah." Ucap Harry yang dengan santainya tanpa memperdulikan perasaanku.

"What the fuck har?! Aku sudah tidak tahan denganmu! Kau tak pernah mamikirkan sedikitpun perasaanku ketika kau kerjai huh?! kau juga tidak pernah memikirkan apa akibat yang akan kau lakukan?! Tumbuhlah dewasa Har! Selama ini aku sudah banyak mengalah kepadamu! Tapi kau tak pernah menghargai itu. Walau hanya sedikit! Aku muak denganmu Har! Aku takkan pernah memaafkanmu lagi!" Emosiku melunjak. Tanpa sadar air mata ku menetes saat aku meluapkan semua kekesalan dihatiku terhadap Harry. 

Aku segera meninggalkan mereka semua yg masih diam seribu bahasa seperti patung. Mungkin mereka takkan pernah menyangka jika aku akan marah-marah tadi. Memang aku sering di perlakukan seperti itu. Awalnya aku masih bisa menerima perlakuan mereka terhadapku. Tapi mereka tak pernah menghargai itu. Dan hari ini, aku tumpahkan semua "unek-unek" yang ada di dalam hatiku kepada Harry dan teman-teman gengnya.

******

"Oh god! What you've done Harry?!" Ucap Niall tiba tiba.

"I don't even know dia akan marah seperti itu. Biasanya ia tak marah jika aku kerjai. Paling ia hanya kesal dan keesokannya ia akan kembali seperti biasa" Ucap Harry

"Tapi dia perempuan Har. Dan kau tak bisa terus-terusan menganggap bahwa ia hanya kesal. Mungkin awalnya ia kesal, tapi lama kelamaan ia akan marah besar seperti tadi. Dan mungkin ia takkan mau melihatmu lagi. Atau ia bisa saja pindah kuliah. Atau lebih parah lagi, ia akan bunih diri!"   jelas Niall.

"Astaga niall, aku kan hanya bercanda. Hh, sudahlah. Biarkan ia seperti itu. Nanti jika ia sudah tenang aku akan meminta maaf kepadanya. Tapi jika aku tak lupa๐Ÿ˜€" ucap Harry santai

"Sudahlah Har, aku tak paham pola pikirmu. Permisi." Ucap Niall, lalu ia meninggalkan Harry, Liam, Louis, dan Zayn dikantin.
******

"Astaga ner, kau tak boleh menangis! Buat apa mau menangisi Harry?! Hiks.. kau harus kuat! " aku tak tahan dengan semua ini. Perasaan yang sudah lama kupendam, sudah kukeluarkan semuanya. Satu-satunya yang bisa kuperbuat sekarang adalah menangis.

"Nerissa!" Seseorang memanggilku. Akupun dengan cepat menghapus air mataku. Dan menyembunyikan kesedihanku. 

"Hai Ner." Sapa orang itu.

"N..n..niall? Sedang apa kau disini? Kau masih belum puas?" Ucapku ketus.

" tidak, aku kesini untuk minta maaf kepadamu, karna tadi aku juga ikut menertawaimu. Kau mau kan memaafkan ku dan juga teman-temanku?" Ucap Niall.

"Maaf niall, aku tahu niatmu tulus meminta maaf kepadaku. Tapi untuk saat ini aku belum bisa memaafkan mu danjuga teman-temanmu. Terutama si monyet jelek itu." Ucapku 

"Aku tau kau pasti masih marah besar kepada Harry. Tapi kau harus tau, ia seperti itu karna ia merasa kesepian. Kau juga harus tau, ia itu sedang brokenhome. Dan salah satu cara untuk menghibur dirinya ya, mengerjaimu." Jelas Niall.

"H..har.. Harry brokenhome? Aku kira anak seperti dia justru adalah anak yang manja. Karena mendapat perhatian lebih dari orangtua nya. Oleh karna itu, dia menjadi orang yang egois" ucapku

"Iya, jadi MomDad-nya baru saja bercerai. Dan ia masih belum bisa menerima semua itu. Akibatnya ia stres dan tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Aku harap kau bisa memaklumi Harry dan berusaha untuk memaafkannya." Ucap Niall menjelaskan keadaan Harry.

"Ooh, jadi seperti itu? Baiklah aku berusaha untuk memaafkannya. Tapi aku tidak bisa janji" ucapku 

"Oke tak apa. Aku tau kau adalah orang yang baik. ๐Ÿ˜Š" Niall memberikan senyum manisnya kepadaku. Astaga, ternyata ia tampan juga. 

********

"Haahhh.. akhirnya aku pulang. Aku merindukan gulingku." Ucapku yang baru pulang kuliah dan merebahkan tubuhku ke kasur.

*toktoktok*

"Masuk" ucapku

"Hai Ner. Bagaimana kuliahmu? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Ternyata momku.

"Hai Mom. Baik baik saja. Ya, berjalan dengan sangat lancar . Ucapku berbohong. Aku tak ingin mom tau kejadian tadi. 

"Mmm.. mom ingin bicara sesuatu kepadamu" ucap momku

"Ada apa mom? Bicara saja" ucapku

" tapi kamu harus bisa menerimanya dengan lapng dada ya" ucap mom lagi.

'Deg' ada apa ini? Mengapa mom tiba tiba bicara seperti itu? 

"Oo.. keey." Ucapku agak ragu.

"Pertama, mom ingin kamu tahu bahwa perusahaan mom saat ini sedang dalam masalah. Dan mom dituntut oleh clien mom sebesar 50 triliun. Kamu tau sendiri keuntungan yang mom dapat tidak mencapai triliun . Mungkin tabungan mom bisa bantu. Tapi untuk masa depan mu dan untuk karir mom, kita mau bayar pakai apa? Jadi terpaksa mom meminta bantuan Paman Paul." Ucap mom panjang lebar.

"Astaga, 50 triliun mom? Bagaimana itu bisa terjadi. Lalu Paman Paul itu siapa?" Tanyaku.

"Pegawai perusahaan mom, ia berkhianat. Paman Paul adalah rekan kerja mom sesama pengusaha sekaligus.. pacar mom" ucap mom ragu ragu.

"P..p..pacar?" Tanyaku

"Iya Nerissa, maafkan mom baru memberi tahumu. Mom takut kamu tidak setuju dan menolaknya." ucap mom lagi.

"Mom, apapun itu kalau mom bahagia Nerissa juga bahagia. Okey?" Ucapku. 

"Benarkah? Syukurlah terimakasih anakku." Ucap mom lalu memelukku 

" i love you Mom" 

"I love you too dear" 

"Lalu apa rencana mom selanjutnya?" Tanya ku 

"Rencana mom, mom akan menikah dengan Paman Paul. Dan rumah ini, akan mom jual." Jawab mom

"Hah? Tak bisakah Paman Paul yang pindah kesini?aku tak mau meninggalkan rumah ini mom" ucapku menahan tangis. 

"Tidak bisa sayang, ini demi kebaikan kita" ucap mom 

"Baiklah" aku tak bisa tinggalkan rumah ini. Rumah yang penuh dengan kenanganku bersama mom and dad. Ya tuhan tolong aku. Aku harus bagaimana?

"Mom akan menikah 2 minggu lagi." Ucap mom lagi

" 2 minggu?! Cepat sekali mom?" Tanyaku kaget

"Iya sengaja mom percepat agar masalahnya cepat selesai sayang" jawab mom

"Ooh. Baiklah, terserah mom saja." ucapku lagi.

******

Hai lagi guys! Hope you enjoy my imejin dan menerima imejin abal2ku apa adanya๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€



Senin, 14 Maret 2016

HOME part 1







~HOME~
part 1

Hella guys! Perkenalkan aku Nerissa McKinnons, dengan "M" besar dan "c" kecil:). Aku adalah putri dari pengusaha parfum terkenal di seluruh Eropa. I'm 21st years old. Aku berkuliah di Universitas Oxford. Yup! Universitas yang paling terkenal di Inggris. Ohya, aku tinggal bersama Momku di London. Mom and Dadku sudah lama bercerai. By the way, aku mempunyai 1 orang musuh bebuyutan. Sejak aku Sekolah Dasar, aku memang tak pernah akur dengannya. Kami sering sekali bertengkar karna hal sepele. Sampai saat ini, aku masih saja bertemu dengannya. Orang itu yang selalu membuat hari hariku sial. Ia adalah Harry Monkey Styles.
*******

"Nerissa ada sesorang mencarimu dikantin" kata seorang teman ku

"Ohya? Siapa? Hh-_-pasti harry kan?" Ucapku

"Yups! Tepat sekali"ucap temanku lagi

"Astaga, mau apa lagi manusia yang satu ini. Aku tidak mau menemuinya." Ucapku.

"Kau harus menemuinya !" Ucap temanku sambil menyeretku ke kantin. Aku benci ini.

*******

"Aww!!" Ringisku kesakitan "kau menggenggam tanganku terlalu kencang bodoh!" Lanjutku.

"I'm sorry dear but i must to do that" ucap temanku
*****
Setelah sampai di kantin, Harry bersama teman-teman gengnya sudah menyiapkan satu tempat duduk kosong untukku. Firasatku sangat tidak baik. Mau apa orang sialan ini. 

"Morning my frog ๐Ÿธ" ucap Harry tertawa. Diikuti oleh teman-temannya.

"Morning too my monkey๐Ÿต" ucapku sambil melempar senyuman palsu ke Harry. 

Frog and monkey. Itu adalah panggilan sayangku ke Harry. Sayang dalam permusuhan loh guys, bukan percintaan.


"Please babe, take a sit." Ucap Harry sambil menyuruhku duduk dikursi yang masih kosong. 
Berbagai macam firasat muncul dikepalaku. Aku akan diapakan jika duduk disitu? Apakah kursi itu rusak? Apa mungkin Harry sudah meletakkan lem diatas kursi itu, sama seperti waktu SMP dulu? 
Aaah! Sialan.

Saat aku hendak duduk, tiba-tiba...
********

Hai , maafkan ketidakjelasan imagineku.maaf juga ya, cuma sedikit part 1 nyaah. Buntu ๐Ÿ˜€